Laman

Selasa, 27 Juli 2010

Belut Raksasa






















Belut Raksasa (Morea) Negeri Waai

Kalau hari ini di detik.com ditemukan lele raksasa di Kecamatan Cinambo Kota Bandung yang menghebohkan warga, maka sedari dulu Negeri Waai di Ambon sudah memiliki belut raksasa. Lokasinya di Negeri Wai yang terletak diantara Tulehu dan Liang. Belut-belut ini disebut Morea dalam bahasa lokal Waai.

Di sebuah sumber mata air alami yang sangat jernih dan debit airnya sangat besar, belut2 raksasa itu hidup. Mata air tersebut menjadi sumber mata air yang mengaliri sungai dibawah, sungai ini juga dimanfaatkan oleh ibu-ibu setempat untuk mandi dan mencuci baju. Kolam Wae Selaka, begitulah tempat ini disebut, tepat berada pada lereng perbukitan serta memiliki udara yang sejuk karena disekitarnya tumbuh pohon yang rindang dan lebat. banyak juga ikan-ikan yang hidup di sini, semuanya dipelihara oleh warga setempat.

Ada dua karakter belut di situ, belut wilayah atas yang sudah jinak, dan belut wilayah bawah yang masih ganas. Terbuktikan dengan ikan umpan yang langsung disambar. Belut2 itu hanya mau keluar jika dipanggil oleh pawang, seorang pawang yang sudah berusia baya. Beliau bilang jangan sekali2 bermain dengan belut yang aliran bawah kalau nggak mau jari terpotong, serem kan. Beliau juga banyak bercerita tentang mitos dan sejarah adanya belut di sumber mata air ini.

Hanya dengan berbekal telor mentah dan permainan tangan di air yang mengeluarkan bunyi tertentu, belut2 tersebut keluar. Jumlahnya ratusan ekor, dan bersembunyi di celah-celah batu di dasar kolam. Tidak tanggung-tanggung morea-morea ini memiliki ukuran yang sangat besar, hingga sebesar paha orang dewasa dengan panjang lebih dari 1 meter. Kalau tidak diberikan penjelasan bahwa belut2 itu jinak, dari pandangan pertama pasti sudah takut. Berbekal itulah akhirnya kuberani bermain-main dengan tuh belut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar